Menggali Ilmu dalam mengaji, Memperluas Cakrawala dalam Belajar, dan Berkarya dalam Gerakan Pramuka.

Masa remaja adalah masa emas yang tidak akan terulang kembali, masa dimana mereka harus berkarya dan masa untuk menentukan tujuan hidup yang cerah. Namun, kebanyakan para remaja mengisi masa emas mereka dengan hura-hura, fonya-fonya, bebas tanpa batas, dan melangkah tanpa arah. Jika hal ini dibiarkan terjadi maka masa depan mereka akan sirnah. Oleh karena itu, selaku orang tua yang bijak, tentunya untuk menjawab tantangan dinamika kehidupan akan mengarahkan para remaja kearah yang benar dan tujuan yang tepat baik dunyawi maupun ukhrowi.

Pondok Pesantren Al Musyaffa’ Ngampel-Kendal merupakan salah satu lembaga pendidikan berbasis Pesantren yang tidak hanya menggeluti dunia mengaji tetapi juga memberikan  peluang seluas-luasnya kepada santriwan-santriwati yang berusia remaja untuk memperluas cakrawala dalam belajar dan berkarya dalam Gerakan Pramuka di bawah naungan ”SMP AL MUSYAFFA’ KENDAL”.

Perkaju Perdana Unik dan Menarik

Gerakan Pramuka merupakan salah satu mesin pencetak kaum remaja  masa depan bangsa yang  berkualitas dan cerah dituntut memberikan hasil karya nyata. Pemuda bangsa sedapat mungkin disulap menjadi seorang pemimpin yang diharapkan kelak menjadi pioner masa depan. Istilah scout today leader tomorrow yang sering didengungkan dalam Gerakan Pramuka bukan hanya menjadi ungkapan seremoni, namun memiliki roh akan sebuah cita-cita untuk mencetak manusia-manusia yang mampu memimpin dalam kejujuran dan jujur dalam kepemimpinan. Hal tersebut dibuktikan pada setiap golongan-golongan dalam Gerakan Pramuka mulai dari siaga, penggalang, penegak dan pandega.

Pramuka Penggalang merupakan penggolongan sekaligus sebutan bagi anggota pramuka yang telah berusia antara 11 sampai 15 tahun dan juga telah menyelesaikan Syarat-syarat kecakapan Umum (SKU) Pramuka Penggalang tingkat Rakit serta mengucapkan Trisatya pada upacara yang dipimpin oleh pembinanya. Penggunaan  istilah “Penggalang”  dalam kepramukaan diambil romantisme perjuangan bagsa Indnesia. Kata “Penggalang” merujuk kepada masa penggalangan persatuan dan kesatuan bangsa yang ditandai dengan berlangsungnya Konggres Pemuda Indonesia yang kemudian menghasilkan “Sumpah Pemuda” pada tanggal 28 Oktober 1928.

Pramuka Penggalang dapat dijadikan salah satu pondasi awal dalam pembentukan karakter bangsa. Untuk memperkenalkan makna Gerakan Pramuka, para adik-adik Penggalang Pramuka  di pangkalan SMP Al Musyaffa’ kelas tujuh diwajibkan mengikuti Kegiatan PERKAJU (Perkemahan Kamis Malam Jum’at) atau yang lebih popular di pangkalan lainnya disebut PERSAMI (Perkemahan Sabtu Malam Minggu).

Perkaju perdana di pangkalan SMP Al Musyaffa’ dibilang ”Unik” karena pada biasanya pelaksanaan Perkaju atau Persami di pangkalan lain waktu pelaksanaan bersamaan antara Pramuka Penggalang Putri dan Pramuka Penggalang Putra, tetapi lain halnya di pangkalan SMP Al Musyaffaf’ waktu pelaksanaan terpisah, yaitu pada Kamis malam Jum’at tanggal 13-14 November 2014 untuk Pramuka Penggalang Putri dan pada hari Kamis malam Jum’at tanggal 20-21 November 2014 untuk Pramuka Penggalang Putra. Dan dibilang ”Menarik” karena kegiatan-kegiatan disajikan dengan kolaborasi agamis, patriotis, sportif. dan kebersamaan.

Trisatya, 3 Janji yang Melekat dihati,

Dasa Darma, 10 Amalan yang Penuh Keikhlasan

Kode Kehormatan Pramuka terdiri atas janji yang disebut Satya Pramuka dan ketentuan

moral yang disebut Darma Pramuka.

Adapun bunyi Trisatya dan Dasa Darma untuk Pramuka Penggalang sebagai berikut:

Trisatya

Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:

–  Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Negara Kesatuan  Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.
–   Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat.
–   Menepati Dasadarma.

Dasa Darma

  1. Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
  3. Patriot yang sopan dan kesatria.
  4. Patuh dan suka bermusyawarah.
  5. Rela menolong dan tabah.
  6. Rajin, trampil dan gembira.
  7. Hemat, cermat dan bersahaja.
  8. Disiplin, berani dan setia.
  9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya.
  10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.

Api Unggun (api Darma) cermin Pelita Kehidupan

Api merupakan salah satu anugerah dari Allah SWT yang diberikan kepada hambaNya untuk menerangi alam dunia, tanpa api kehidupan dunia akan gelap gulita. Api juga sebagai simbol semangat jiwa muda yang membara. Seorang Pramuka Penggalang seyogyanya harus memberikan manfaat kepada sesama manusia laksana api. Setiap pemikirannya menerangi kata, setiap katanya menerangi langkah, dan setiap langkahnya menerangi umat manusia “ khairunnas  anfa’uhum linnas “ sebaik-baik manusia adalah yang memberi kemanfaatan terhadap sesama manusia. Seorang Pramuka Penggalang dimasa nyatadepan harus dapat menjadi petunjuk atau contoh dalam bertindak, nyata dalam berkarya dan menyokong dalam pembangunan bangsa “ ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tutwuri handayani “.

 

 

 

        IKHLAS BAKTI BINA BANGSA BERBUDI BAWA LAKSANA,

                            SATYA KU DARMAKAN DARMA KU BAKTIKAN.

                                                                SALAM PRAMUKA…..!

 

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *